Raja Ampat, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mulai menerapkan aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“SIPD ini merupakan aplikasi yang dibangun oleh Kemendagri  dalam rangka sinkronisasi antara daerah dan pusat,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Raja Ampat, Ir. Abdul Rahman Wairoy saat dijumpai di Kantor Bappeda Raja Ampat, Kamis (10/9/2020).

“Selama ini daerah dan pemerintah pusat memang sinkron tapi berada pada dokumen dan kendalanya mungkin ada daerah yang tidak sinkron karena persoalan tertentu pada daerah tersebut,” tambah Abdul Rahman Wairoy.

Dijelaskannya, dalam SIPD memuat informasi daerah yang apabila pemerintah pusat ingin mengetahui tinggal lihat pada aplikasi SIPD. Tidak perlu lagi pakai radiogram, surat dan lainnya. Tinggal dibuka pada aplikasi tersebut.

Contohnya, bagaimana pertumbuhan ekonomi Raja Ampat, bagaimana tingkat kemiskinan, kesenjangan, indeks pembangunan manusia. “Tinggal buka disitu dan kapan saja,” terangnya.

Diakuinya aplikasi ini baik agar ada  sinkronisasi antara pusat dan daerah terkait perencanaan pembangunan tetapi juga terkait informasi-informasi lainnya. 

Dalam aplikasi SIPD ini pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat menentukan target dan output dari sebuah perencanaan.

“Pada aplikasi ada inkronisasi antara RPJMD antara kabupaten dan provinsi tetapi juga dengan pemerintah pusat sehingga dengan mudah menentukan target dan keberhasilan perencanaan pembangunan,” kata dia.

Menurutnya, nanti seluruh Indonesia menggunakan system yang sama tapi intinya adalah apa bila pusat ingin mengetahui apa yang terjadi di kabupaten maka tinggal cek aplikasi masing-masing kabupaten.“Detail kecil pun pusat tahu, sampai pada pembiayaan,” ujarnya.

Dijelaskannya melalui aplikasi tersebut pusat bisa tahu daerah taat tidak pada aturan, apa terjadi penyimpangan. “Jadi upaya-upaya pencegahan penyimpangan sudah bisa dikontrol semua orang dari pusat sampai daerah,” ujarnya.

Dengan adanya aplikasi ini  maka meminimalisir. Contoh tidak ada kegiatan  baru yang muncul akhir perjalanan tahun anggaran tetapi semua kegiatan harus muncul pada awal tahun perencanaan. (Petrus Rabu/MC.Kab.Raja Ampat/toeb)

'