Peta Potensi Pajak, Raja Ampat Gandeng PT. Cartenz Teknologi Indonesia

Waisai, MediaCenter - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengandeng PT. Cartenz Teknologi Indonesia untuk melakukan pemetaan potensi obyek pajak dan retribusi daerah. Kerja sama dengan jasa konsultan pajak yang sudah melakukan hal serupa dibeberapa kota di Indonesia untuk melaukan modernisasi pajak daerah dalam mendukung penerimaan pajak dan retribusi daerah sebagaimana yang diatur pada Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009.

“Sejak tahun 2017, kami sudah berada di Raja Ampat untuk melakukan pemetaan terkait potensi pajak dan retribusi daerah di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Konsultan Pajak PT. Cartenz Teknologi Indonesia, Bambang saat melakukan tatap muka dengan pejabat Raja Ampat di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Selasa, 22 Januari 2019.

Dalam tatap muka yang dihadiri Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si serta pejabat di Raja Ampat tersebut, Bambang menguraikan berdasarkan pemetaan yang dilakukan Raja Ampat memiliki obyek atau bidang pajak yang sangat potensial dalam mendukung penerimaan daerah jika dioptimalkan oleh instansi teknis terkait.

“Kami sudah melakukan pemetaan baik melalui google map maupun foto udara Kota Waisai. Kami menemukan banyak bidang/obyak pajak seperti pajak bumi dan bangunan, bahkan kurang lebih 4.000 an bidang atau obyek pajak yang bisa dioptimalkan,” tandasnya.

Hanya saja kata dia, data ini perlu dilakukan pemutakhiran, pendataan/klarifikasi dan pendekatan individu terhadap sebuah bidang atau obeyk pajak, apakah sudah terdaftar atau belum sebagai obeyk pajak.

Terkait hal tersebut, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE memberikan apresiasi dan penghargaan kepada PT. Cartenz Teknologi Indonesia yang bersedia melakukan pemetaan terhadap obyek pajak di Raja Ampat.

“PT. Cartenz Teknologi Indonesia ini memiliki nama besar sebagai konsultan pajak. Mereka sudah membantu banyak daerah di Indonesia. Kita berharap kehadirannya di Raja Ampat membantu kita dalam melakukan pemetaan obeyk-obyek pajak yang dapat mendukung penerimaan daerah,” ujar Abdul Faris Umlati dihadapan pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang menghadiri pertemuan tersebut.

“Jangan kita tidur. Kita terus bekerja. Kita petakan. Kita gali. Apa saja yang menjadi obyek pajak dan retribusi di instansi kita masing-masing,” harap Bupati AFU, sapaan Abdul Faris Umlati berharap.  (by. Petrus Rabu/MediaCenter)

 

'