Para Pihak Sepakat Perangi Bintang Laut Berduri di Raja Ampat

Waisai,  KominfoR4-Seminar Bintang Laut Berduri (COTS) dan rencana aksi bersama para pihak yang diadakan Unit Pelaksana Teknis Pengolah Kawasan Konservasi Perairan (UPT KKP) Kepulauan Raja Ampat bekerja sama  dengan Concervation International (CI) Indonesia yang berlangsung di Gedung Aula Bupati Raja Ampat Senin (10/9)

Dihadiri sejumlah aktivitas dan perwakilan pemerintah daerah seperti Mark Erdmand dari CI Indonesia selaku narasumber, Asosiasi Penyelam Raja Ampat (PADRA), Asosiasi Speedboat, Balai Concervation, Mahasiswa Univesitas Negeri Papua (UNIPA) dan stakeholder lainnya.

Sekertaris Daerah Raja Ampat, Dr.Yusuf Salim, Msi menyambut baik seminar tersebut.  “Apa yang digagas CI  saya menyambut baik. saya selalu sampaikan  kepada beberapa forum ini bahwa Raja Ampat ini tanpa dukungan  dari CI dan jajaran kita tidak ada apa apanya , walau sebenarnya Raja Ampatnya Ciptaan Tuhan yang Maha Kuasa.  Karena tanpa dukungan  CI dan jajaran kita bisa hangus,” ujar Yusuf Salim.

“Pemerintah juga  mendukung penuh kegiatan ini dan akan membuat aksi penuh untuk memusnahkan hama ini yang di sebut COTS atau Bintang Laut Berduri sampai ke akar akar,” tambahnya saat membuka seminar sehari tersebut.

Sementara itu, Dr. Mark Erdmann menjelaskan bintang laut berduri memang sangat berbahaya.   “Kenapa kita sangat serius menghadapi dan harus memusnakan bintang laut berduri ini karena pemangsa karang  yang ada di laut ini. Bintang laut berduri atau COTS sendiri khusus betina bisa mengeluarkan 65 juta  telor dan berpotensi,” tambahnya.

Ia menjelaskan Bintang Laut Berduri (Crown Of Thorns Starfish/COTS)  sendiri merupakan hewan jenis bintang laut yang memilki  banyak duri yang beracun,  Hewan ini merupakan predator pemakan karang yang cukup berbahaya jika jumlahnya melimpah (outbreak.) apalagi Raja Ampat merupakan Kabupaten Bahari.

Ia mengakui ledakan populasi ini membuat terumbuh karang di Raja Ampat mulai mengalami kerusakan.  Beberapa lokasi yang mengalami ledakan populasi di Raja Ampat yaitu sekitar Arborek,  Teluk Kabui dan Saonek Mondey

“Jika tidak di lakukan penangan segera, tidak menutup kemungkinan populasi bintang berduri ini akan semakan meningkat dan merusak lebih banyak lagi terumbuh karang di Kabupaten Raja Ampat.  Dimana Raja Ampat merupakan destinasi wisata surga laut dunia,” terang Mark Erdmann.

“Contoh Di Bunaken kurang lebih 4 tahun itu pembasmi yang melibatkan salah satu asosiasi diving dan beberapa masyarakat membasmi secara manual dan menyuntik cost atau Bintang Laut berduri kurang lebih 150 ribu ekor di musnahkan yang dilakukan kurun waktu 4 tahun dan itu sangat berhasil,” tambahnya.

Dijelaskannya, pengaruh buruk bintang laut berduri mungkin sekarang tidak tetapi nanti sangat berpengaruh terhadap dunia usaha khususnya Homestay, Resort, dan menurunya income Pariwisata Raj Ampat

Laporan : Imha Alawohit

Editor.     : Petrus Rabu

'