DPRD Raja Ampat Bahas RAPBD-P Tahun Anggaran 2018

Waisai,KominfoR4 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Raja Ampat membuka rapat paripurna ketiga masa sidang kedua dalam rangka pembahasan materi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun anggaran 2018 yang berlangsung di ruang rapat DPRD Raja Ampat di Waisai-Ibukota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (6/9).

Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Raja Ampat, Rahmawati, SE dihadiri Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, pejabat di lingkungan Pemda Raja Ampat dan anggora DPRD Raja Ampat.

Rahmawati dalam pidatonya menjelaskan pembahasan APBD Perubahan merupakan agenda tahunan yang dilakukan sebelum berakhir masa tahun anggaran berjalan.  

“Perubahan itu ada untuk diadakan penyusuain terhadap perkembangan perkiraan asumsi yang telah dituanngkan dalam Kebijakan Umum APBD 2018,” ujarnya.

Ditambahkannya, perubahan itu terjadi adanya pergesaran anggaran kegiatan, pergeseran jenis belanja, dan juga kejadian luar biasa yang  dipengaruhi kondisi geografis, penyebaran penduduk, cuaca dan perubahan lokasi kegiatan.

“Faktor-faktor diatas yang menghambat program pembagunan seusai dengan jadwal dan biaya yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE  dalam pidatonya menjelaskan dilihat dari strukturnya APBD Kabuapten Raja Ampat tahun anggaran 2018 sebesear Rp. 1. 357. 965 . 354. 694,00 terdiri dari perubahan pendapatan daerah dan perubahan belanja daerah diantaranya Pendapatan Asli Daerah (PAD) perubahan APBD tahun anggaran 2018 sebesar  Rp. 84. 027. 119.000,00 ini menglami kenaikan dengan rincian pendapatan target pajak daerah   Rp. 6.840.000.000,00. Pendapatan Retribusi Daerah ditargetkan Rp.28.532.000.000,00  dan Hasil Pengelolan Kekayaan daerah  Rp. 33. 455 .119 .000,00

Pendapatan hasil daerah lainnya ditargetkan Rp.15. 200.000.000,00 pendapatan dana perimbangan untuk perubahan APBD  Rp. 966.061.881.000.00,  rincian target masing-masing pos dana bagi hasil/bagi hasil bukan pajak sebesa Rp. 24.905 .725 .000,00,  Dana Alokasi Umum (DAU) target Rp. 666.645.462.000,00 Dana alokasi Khusus (DAK)  Target Rp. 175.427.845.000,00 dana Dsa Sebesar Rp. 90. 332. 849.000,00

Sementara itu,  dana inseftif daerah (DID) Rp.  8. 750.000.000,00). Lain-lain Pendapatan daerah yang sah untuk APBD perubahan sebesa Rp. 307. 876.354 ribu, 694,00 target masing-masing pos dana bagi hasil provinsi sebesar Rp. 32.789.476.000.00. Dana penyuasaian an Otonomi Khusus sebesar Rp. 151.090. 858.000,00 pendaptan lainnya Rp.123 .996.020.694,00.

Sedangkan  belanja daerah lansung dan belanja daerah tidak langsung sebesar Rp. 1.378.984.180.694,00 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.564.872.512.694,00,  belanja langsung sebesar Rp. 814.111.668.000.00.

Dan pembiyaan daerah meliputi penerimaan pembiyaan sebesar Rp. 31.018.826.000,00,  pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 10.000.0000.000,00)

Bupati, Abdul Faris Umlati menegaskan pemda Raja Ampat akan memanfaatkan akses untuk mendayagunakan sumber penerimaan daerah yang sesuai dengan kebutuhan penyelengaraan pemerintahan, tentu saja ini secara konsisten dan profesional dengan kewenagan pembelajaam.

"Harapan kami pengajuan Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tersebut dapat menampung seluruh kebutuhan masyarkat secara luas, serta didukung oleh proses implementasi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku, dengan perturan yang berlaku pelksaan pemerintah yang transparan dan akuntabel sejalan dengan semangat otonomi daerah,” jelas Abdul Faris Umlati.

Pembukaan sidang RAPBD-P TA 2018 ini ditandainya penyerahan materi sidang dari Bupati Raja Ampat kepada pimpinan DPRD Raja Ampat disaksikan seluruh peserta sidang.

Rencananya DPRD Raja Ampat akan membahas RAPBD-P dalam sepekan ini. 

Laporan: Imha Alwohit

Editor: Petrus Rabu

'