Pemda Raja Ampat akan Menggelar Festival Suling Tambur

Waisai, KominfoR4 - Pemerintah Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat terus melakukan inovasi bagi pengembangan sektor pariwisata. Salah satu yang dilakukan adalah festival suling tambur.

Untuk suksesnya event budaya tersebut, Pemda Raja Ampat telah membentuk panitia pelaksana. Jumat (7/9), Panitia Pelaksana yang diketui oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Orideko Burdam, S.Ip, M.Si melaksanakan rapat pemantapan yang berlangsung di Kantor Bupati Raja Ampat.  

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat Mengadakan Rapat Lanjutan Kedua Kegiatan Festifal Suling Tambur Kabare Distrik Waigeo Utara di Aula Bupati Kabupaten Raja Ampat Jumat 7 September 2018.

Saat memimpin rapat, Orideko Burdam meminta seluruh panitia dan pendukung untuk bekerja keras dalam mempersiapkan pelaksanaan festival Suling Tambur tersebut.

Festival suling tambur sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 18-20 September 2018 dan dilaksanakan di Kabare, Distrik (Kecamatan) Waigeo Utara.

“Saya minta semua panitia akan mempersiapkan diri dengan baik mengingat waktu pelaksanaannya sudah dekat,” kata Orideko Burdam.

Festival suling tambur sendiri dikemas dalam bentuk perlombaan yang terbuka umum sehingga semua masyarakat Raja Ampat bahkan sekitarnya.

 “Perlombaan Suling Tambur di buka untuk umum dan tidak di batasi berapa banyak dari setiap kampung atau distrik peserta terdiri 1 group 25 orang alat tambur pun dari kulit kayu, suling asli dari bambu busana traditional khas Raja Ampat,” tambah Koordinator Lomba, Alfius Mirino.

Festival Suling Tambur merupakan sebuah atraksi budaya tetapi juga sebagai wahana memperkenal budaya khas masyarakat Raja Ampat,

Sebagaimana diketahui Raja Ampat tidak saja kaya dengan potensi sumber daya alam seperti kekayaan bawah laut dan panorama alamnya tetapi juga memiliki kekayaan budaya yang melekat erat dalam entitas masyarakat Raja Ampat.

Suling tambur hanyalah salah satu dari aneka ragam budaya yang hidup dan tumbuh dalam masyarakat Raja Ampat. Saling tambur merupakan perpaduan seni musik dan seni tari. Karena itu selain kita mendengarkan merdunya musik tambur yang dipadu dengan irama suling tetapi juga kita menyaksikan liak-liuk para penari.

 

Karena itu setiap group suling tambur terdiri dari para penabuh tambur yang biasanya kaum lelaki atau bapak-bapak tetapi juga peniup suling yang biasanya dimainkan ibu-ibu/wanita. Dibelakangnya ada para penari.

Masyarakat Raja Ampat biasanya mementaskan musik suling tambur saat-saat acara resmi seperti acara keagamaan, acara pemerintahan, acara budaya seperti melamar gadis atau pesta pernikahan atau acara-acara lain yang melibatkan seluruh masyarakat baik ditingkat kampung, distrik maupun kabupaten. Jangan heran setiap kampung di Raja Ampat pasti memiliki group suling tambur dan tentunya memiliki perlengkapan musik suling dan tambur.

“Diharapkan melalui Festival Suling Tambur 2018 akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Raja Ampat,” ujar Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE belum lama ini di Waisai-Raja Ampat.  

Laporan : Mohammad Yusup

Editor : Petrus Rabu

 

'