Sinkronisasi Data Raja Ampat Dalam Angka, BPS Raja Ampat Gelar FGD

Waisai, Kominfo_R4,  Untuk sinkronisasinya data Raja Ampat dalam angka tahun 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) Raja Ampat menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) sehari yang berlangsung di di  Aula Bapedda Raja Ampat,  Selasa 7 Agustus 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Audhy Valentino, SE menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Juga dihadiri sejumlah pejabat di Raja Ampat seperti  Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si, Asisten I Setda Raja Ampat, Lasiman, Sos,M.hum,  Asisten III Setda Raja Ampat, Muhiddin Umalelen, M.Ec.Dev,  serta pimpinan OPD di Raja Ampat.

Terkait acara dimaksud  Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M,Si dalam arahannya mengakui bahwa data itu memiliki makna penting dalam proses pembangunan daerah.

“Saya paling suka dengan data karena data itu sangat penting, kita akan sama melihat Raja Ampat dalam angka. Raja Ampat dalam angka itu sangat banyak Hal hingga itu sangat mempengaruhi kinerja dan koordinasi nantinya,” kata Yusuf Salim.

"Saya menyamapikan bahaw akita harus mnyamakan persepsi kita tidak bisa salahkan statistik kadang angka itu berbeda jauh sekali, sedangkan statistik itu memiliki indikator atau tolak ukur itu ada," tambahnya.

Terkait FGD tersebut, Yusuf Salim atas nama pemerintah daerah menyampaikan n terima kasih dan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Raja Ampat dalam  menyiapkan data elementer dan penting untuk Kabupaten Raja Ampat karena berpengaruh pada proses perencanaan dan pembagunan suatu daerah.

“Dengan data-data yang tersedia, kami pemerintah daerah tentunya dapat melihat dan mengaevaluasi seluruh progres pembagunan di daerah ini. Sebelum data ini dirilis secara resmi oleh BPS maka kiranya kita semua bisa diskusi, melakukan cross ceck kuhusnya data-data yang ada pada setiap OPD,” tambahnya.

Harapanya ada sinkronisasi dan pada akhirnya kita memiliki "satu sumber data yang valid dan akurat dan dapat juga memudahkan kerja dan koordinasi antar OPD.

Laporan: M. Yusup

Editor: Petrus Rabu

 

'