Pemda Raja Ampat akan Menggelar Imunisasi Campak dan Rubella

Waisai-KominfoR4, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Kesehatan akan melaksanakan dan membuka pelayanan imunisasi Campak dan Rubella (MR) yang dimulai Bulan Agustus hingga akhir tahun 2018.  Pelayanan imunikasi Campak dan Rubbela ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Wilayah Raja Ampat.

Di Waisai, Ibukota Kabupaten Raja Ampat pelayanan imunisasi Campak dan Rubella dilayani dipusat-pusat atau pos-pos pelayanan kesehatan masyarakat, seperti Puskemas dan pos-pos posyandu yang ada. Bahkan tim kesehatan akan mengunjungi sekolah-sekolah seperti TK/PAUD, SD/Madrasah Aliyah, SMP /MTS.

“Secara nasional, bulan ini (Agustus, red) adalah bulan dimulainya pelaksanaan imunisasi campak dan rubella. Untuk kita di Raja Ampat akan dimulai Senin, 06 Agutus 2018 yang diawali Pencanangan Bulan Imunisasi Campak dan Rubella oleh Bupati Raja Raja Ampat dilaksanakan di Puskesmas Waisai,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Ferdinand Rumsowek, SMK,M.Kes melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Raja Ampat, Petrus Meosbun, M.Kes.

“Imunisasi Campak dan Rubella (MR) ini ditujukan untuk anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Kenapa harus dilakukan imunisasi Campak dan Rubella? Karena bahaya dari penyakit Campak dan Rubella yaitu bocor jantung, kebutaan, telinga tuli, kerusakan otak, keguguran dan kematian,” tambah Petrus Meobun.

Ia menambahkan usai pencanangan nantinya pelayanan imunisasi campak dan rubella akan dilaksanakan di Puskesma dan Pos-Pos Posyandu serta di sekolah-sekolah mulai dari PAUD/TK sampai SMP/MTS.

Ia berharap masyarakat Kota Waisai, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak usai 9 bulan hingga 15 tahun agar mendatangi pusat atau pos-pos posyandu terdekat sehingga mendapat pelayanan imunisasi dari petugas medis yang ada.

“Saya meminta dan berharap agar masyarakat khususnya yang memiliki anak usia sembilan (9) bulan sampai 15 tahun untuk mendatangi Puskesmas atau Pos-Pos Pelayan Posyandu terdekat untuk mendapat pelayanan Imunisasi Campak dan Rubella,” ujar Petrus Meosbun sambil mengurai bahaya-bahaya atau penyakit sebagai dampak tidak dilakukannya imunisasi.

Penulis : Petrus Rabu

'