DWP Raja Ampat Gelar Rapat Kerja Tahun 2018

"Saya mengharapkan agar semua organisasi wanita khususnya DWP kabupaten Raja Ampat terus melakukan upaya pembenahan dan menguatkan struktur organisasinya dan anggotanya," tandas Bupati dalam sambutannya

 

Waisai­_KominfoR4, Dharma Wanita Persatuan (DWP)  Kabupaten Raja Ampat mengelar Rapat Kerja (Raker) sehari yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Raja Ampat, Selasa 10 Juli 2018. Kurang lebih  260 peserta DWP menghadiri kegiatan yang dibuka resmi Bupati Raja Ampat yang diwakili Staf Ahli Bupati Raja Ampat, Syaiful Sengadji.

Pembukaan raker ini dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Kabupaten Raja Ampat, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat, Ketua Persik beserta anggota, Pimpinan BUMN serta pimpinan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Raja Ampat  serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua DWP Raja Ampat Ny. Fransiksa Wanma, M.Ec.Dev dalam sambutannya menegaskan sebagian besar penduduk Raja Ampat adalah perempuan sehingga kaum perempuan harus diberikan akses dan ikut berperan-serta dalam melakukan kontrol pembangunan. DWP Kabupaten Raja Ampat merupakan wadah organisasi kemasyrakatan yang mewadaji aspirasi para istri ASN untuk dapat meningkatan profesionallitas dan kapabilitas yang menjadi mitra yang tak terpisahkan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembangunan di daerah.

“Kita perlu mengapresiasi pemerintah yang mulai berpihak terhadap perempuan dan oleh sebab itu kaum perempuan Raja Ampat dituntut untuk mengembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing," ujarnya Sisca, sapaan Siska Wanma, M.Ec.Dev

"Raker ini merupakan raker pertama yang dilaksankan dengan hasil musda III DWP tahun 2015 yang lalu. Dengan demikian raker ini merupakan pertama yang diselenggakan oleh pengurus masa bakti 2014-2019,” tambah Sisca

Ia menambahkan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), raker ini dilaksankan dengan tujuan untuk mengevalusi , membahas, mengkordinasikan dan menghasilakan, menginsentifkan, pelaksanaan program kerja sesuai dengan hasil keputusan Muskab dan DWP Kabupaten Raja Ampat.

“Kepada seluruh unsur pelaksanaan agar dapat menyusun program secara riil berdasarkan hasil musyawarah yang telah dilaksankan sebelumnya dengan menjabarkan atau mempertajam program kerja,” jelas Sisca.  

Sementara itu, Bupati Raja Ampat yang dibacakan oleh Staf Ahli, Syaiful Sangadji  mengatakan ogranisasi DWP merupakan wadah atau instrumen yang tepat untuk memperdayakan para anggotanya memiliki visi, misi dan program kerja yang terarah.

"Saya mengharapkan agar semua organissi wanita khususnya DWP kabupaten Raja Ampat terus melakukan upaya pembenahan dan menguatkan struktur organisasinya dan anggotanya," tandas Bupati dalam sambutannya.

Dikatakan bupati, peran DWP sangat penting, tidak saja mendukung suami dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN, tetapi keberadaan organisasi DWP bukan hanya sekedar organissi tapi juga harus dapat menjadi motor penggerak bagi organiasasi wanita lainya.

“Kita memiliki potensi sumber daya yang kaya, disisi lain raja ampat merupakan destinasi wisata dunia. oleh karena itu perlu menangkap peluang ini dengan mengembangkan usaha-usaha kreatif, baik itu kuliner maupun kerajinan lokal. pengembangan usaha-usaha kecil kratif bisa dimelakukan oleh ibu-ibu tentunya akan sangat membntu untuk meningkatkan ekonomi keluarga juga untuk mewujudkan organisasi yang mandiri,” harap Bupati dalam sambutannya

Bupati meminta agar melalui rapat kerja tersebut kelurga besar DWP Raja Ampat dapat merumuskan rencana kerja dan program yang strategis guna peningkatan kapasitas kelembagaan, pemberdayaan para anggotanya serta pengembangan potensi-potensi sumber daya yang ada.

Laporan: Imha Alwohit

Editor: Petrus Rabu

      

'