Raja Ampat Terima Tim Nusantara Sehat 2018 

Tim Nusantara sehat yang sekarang ini berbasis individual.  Jadi perbedaan adalah kalau NST (Nusantara Sehat Tiembaes) tujuannya   untuk meningkatan pelayanan kesehatan tapi kalau NSI (Nusantara Sehat Individual) tujuannya  untuk penumbuhan tenaga kesehatan"  

Waisai_KominfoR4,  Pemerintah Kabupaten Raja Ampat kembali menerima kesempatan berharga sebagai tempat pelaksanaan Program Nusantara Sehat yang dilaksanakan Kementerian kesehatan Republik Indonesia  tahun 2018. Progam Nusantara ini sebagai bentuk kesinambungan dari program-program sebelumnya serta mendukung mendukung Pelaksaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Keluarga Sehat (KIS) yang menjadi program andalan guna menciptakan masyrakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.  

Dalam rangka itu, berlangsung di Aula Bupati Raja Ampat, Senin, 09 Juli 2018, Bupati Raja Ampat yang diwakili Sekretaris Dearah Kabupaten Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si menerima Tim Nusantara Sehat 2018 yang berjumlah kurang lebih 30 personil dengan latarbelakang dari berbagai ilmu kesehatan, baik perawat, bidan, tenaga ahli kesehatan masyarakat dan sejumlah dokter. 

Pembimbing Tim Nusantara Sehat 2018, Ny. Irma F. Herman, S.sos, MKM mengatakan kegiatan merupakan bagian dari penugasan khusus dari program nusatara sehat. 

“Kegiatan ini adalah penugasan khusus tenaga kesehatan mendukung program nusantara sehat, jadi kami biasa sebut nusantara saja,” terang Irma. 

Dijelaskannya ada  2 model dalam Program Nusantara Sehat  yaitu  Program Nusantara Sehat Berbasis Tiem dan Berbasis Individual.   

“Tim Nusantara sehat yang sekarang ini berbasis individual.  Jadi perbedaan adalah kalau NST (Nusantara Sehat Tiembaes) tujuannya untuk meningkatan pelayanan kesehatan tapi kalau NSI (Nusantara Sehat Individual) tujuannya  untuk penumbuhan tenaga kesehatan", terangnya. 

"Nusantara Sehat berbasis individual  ini untuk mengisi yang kosongan tenaga kesehatan dengan standar ketenagaan kerja dipuskesmas minimal itu harus ada 9 jenis tenaga yang terdiri dari dokter, bidan, perawat, kesrin, kesmas, apoteker, farmasi, gizi  semua itu harus ada di puskesmas, tapi kan dipuskesmas tidak ada, maka ada kekurangan. Dan tim ini yang terdiri dari 30 puluh orang ini  dapat mengisi kekosongan yang kurang di 15 puskesmas yang di Kabupaten Raja Ampat dimana apabila dipuskesmas cuman ada 1 yang kosong makanya ditempatkan juga 1 membantu mengisi kekurangan yang kosong disetiap puskesmas yang ada,” jelasnya. 

Ke- 30 orang yang tergabung dalam Nusantara Sehat berbasis Individu ini diawali dengan pembekalan selama 10 di Makasar dan juga suda diterimah oleh Dinas Kehatan Provinsi dan langsung ke Raja Ampat. 

Kepala Dinas Kesehatan Raja Ampat, Ferdinan Rumsowek.A.MP mengakui program ini merupakan program nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat yang sejalan dengan program Bupati untuk mewujudkan Raja Ampat sehat  sehingga daerah perlu menyambut baik program ini. 

“Pada prinsipnya kami didaerah sangat mengharapkankan adanya kehadiran tenaga nusantara sehat ini yang sekarang kita terimah ini sangat membantu masyarakat di Kabupaten Raja Ampat tapi juga Pemerintah Daerah dalam meningkatkan mutu dalam pelayanan kesehatan di masyarakat dengan demikian akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan masyarakat kita bisa menjangkau akses pelayanan jauh lebih baik,” ujar Ferdinand Rumsowek. 

Ferdinan berharap dengan adanya program ini masyarakat dapat terlayani dengan yang baik, pelayanan masyarakat boleh berjalan dengan efektif serta masyarakat mudah untuk menjangkau akses layanan. Ferdinan juga mengakui bahwa kehadiran tim nusantara sehat ini membuka pintu bagi tukar-menukar informasi dan pengalaman bagi tenaga kesehatan yang ada di lapangan sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan terutama keterampila karena tim nusantara sehat yang diutus negara ini telah dibekali luar biasa oleh Kementerian Kesehatan.

Laporan: Imha Alwohit

Editor:  Petrus Rabu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

      

 

'