Mahasiswa UGM KKN di Raja Ampat

Mahasiswa Universitas Gajah Madah/UGM Jogjakarta kembali melakukan Kuliah Kerja Nyata/KKN di Waisai-Kabupaten Raja Ampat. Mahasiswa yang berlatarbelakang berbagai fakultas ini akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Kota Waisai-Distrik Waisai Kota Kabupaten Raja Ampat.

Kehadiran mahasiswa KKN UGM ini disambut dengan resmi oleh Pemda Raja Ampat. Sejak tiba di Waisai, Senin 25 Juni 2018 dan diterima langsung Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si dan hari ini berlangsung di Aula Bupati Raja Ampat melakukan tatap muka secara resmi dengan Pemda Raja Ampat yang dihadiri seluruh pimpinan SKPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat.

Bupati Raja Ampat melalui Asisten I Setda Raja Ampat, Drs. M. Umalelen, M.Ec.Dev saat tatap muka dengan para mahasiswa KKN tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada UGM yang secara rutin mengirimkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN di Raja Ampat. Ia berharap para mahasiswa dapat memberikan sumbangan pemikiran dan karya nyata bagi kemajuan Raja Ampat.

Bagi mahasiswa yang KKN di Waisai-Ibukota Kabupaten Raja Ampat agar melakukan koordinasi dengan pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat terkait sinkronisasi materi KKN dengan kegiatan-kegiatan yang ada di OPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat.

Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa KKN UGM dalam presentasinya menjelaskan latarbelakang kegiatan KKN di Raja Ampat. Dalam uraiannya ia menjelaskan  Kabupaten Raja Ampat merupakan daerah yang terkenal dengan potensi wisata baharinya. Dan perkembangan dan pembangunan sektor wisata bahari perlu didukungan dengan kualitas SDM. Karena itu KKN Mahasiswa UGM pada tahun 2018 mengambil tema “Pengembangan Pariwisata dan Pendidikan berbasis kearifan dan potensi lokal.”

Dalam KKN selama dua bulan ini, para mahasiswa akan membantu pemerintah dan masyarakat Raja Ampat khusus yang berdiam di Waisai-Kabupaten Raja Ampat dengan program dan kegiatan-kegiatan nyata tidak saja di sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut infrastruktur, pemetaan, pendidik, kesehatan, sosial dan humaniora.

by.Petrus Rabu 

 

'