Polres Raja Ampat Musnahkan Ratusan Botol Minuman Keras

Waisai_Kominfo, Kepolisian Resort Raja Ampat terus memantau dan mengawasi peredaran minuman keras/Miras yang beredar di Wilayah Hukum Kabupaten Raja Ampat. Beberapa titik strategis yang diduga tempat transaksi minuman keras ilegal terus diawasi pihak keamanan Polres Raja Ampat. 

Berdasarkan hasil pengawasan dan operasi “senyap” yang dilakukan Pihak Polres selama ini tersita ratusan minuman keras “bermerk” namun tidak memiliki ijin edar dan ijin jual di Waisai-Kabupaten Raja Ampat. 

Dan hari ini Rabu 06 Juni 2018, berlangsung di pelataran Kompleks Polres Raja Ampat, Pihak Polres Raja Ampat dibawah Pimpinan Kapolres,  AKBP Edi Setiyanto Erning.W. SIK memimpin upacarqa pemusnahan ratusan botol minuman keras ilegal yang berhasil disita beberapa bulan terakhir di Wilayah Hukum Polres Raja Ampat. 

Berdasarkan informasi yang diterima oleh jurnalis Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Raja Ampat menjelaskan Kapolres Raja Ampat, AKBP Edi Setiyanto Erning.W. SIK memimpin upacara pemusnahan ratusan botol minuman keras yang berhasil disita pihak Polres Raja Ampat selama ini. 

Laporan dari salah satu anggota Polres Raja Ampat yang disampaikan melalui pesan singkat (Short Mesage Service/SMS) tersebut juga menjelaskan minuman keras yang dimusnahkan tersebut kebanyakan disitu di beberapa lokasi seperti di Pelabuhan Waisai , Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), dan Toko-toko Miras yang tidak memiliki ijin edar dan ijin jual. 

“Jumlah hasil Minuman keras yang disita sebanyak 572 botol yang terdiri dari;  beer bintang botol kecil  sebanyak 29 botol, beer bintang botol besar sebanyak 15 botol, beer bir bintang kaleng jumbo sebanyak 192 kaleng dan wiski 336 botol,” beber laporan dari Polres Raja Ampat yang diterima Kominfo Raja Ampat.  

Acara pemusnahan minuman keras ilegal tersebut dihadiri Anggota Kodim Raja Ampat, Para Pejabat di Lingkungan Pemda Raja Ampat, pelaku dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan tokoh pemuda di Waisai-Kabupaten Raja Ampat. 

By. Imha Alwohit

Editor: Petrus Rabu

'