Perkuat Kapasitas Perempuan Pemprov Papua Gelar Rakornis  di Raja Ampat

Waisai_Kominfo, Perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa karena dari rahim seorang wanita lahir generasi-generasi sebagai penerus pembangunan bangsa. Tidak saja peran generatif tetapi dalam kehidupan sosial dan politik perempuan juga memiliki kontribusi positif bagi maju mundur suatu bangsa ataupun daerah. Karena memperkuat kapasitas dan peran aktif perempuan adalah mutlak dan tak ada tawar menawar.

Dalam rangka itu maka dalam beberapa hari ini, Pemerintah Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi Teknis/Rakornis  terkait Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak dan Keluarga Berencana yang berlangsung di Gedung Wanita Salome Syeben, 04/06/2018 

Sekda Raja Ampat Dr. Yusuf Salim, M.Si saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Papua mengatakan rakor teknis ini merupakan kegiatan strategis yang merupakan sifatnya rutin bagi setiap lembaga atau SKPD yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas lembaga dan sumber dayanya untuk mencapai tujuan , fakta dan data memberikan gambaran bahwa sampai hari ini perempuan dan anak merupakan kelompok hidup dibawah garis kemiskinan di semua belahan bumi secara khusus papua yang menduduki ranking pertama dari 10 propinsi termiskin diIndonesia.Data tim nasional percepatan penanggulangi kemiskinan tahun 2006.

Perempuan dan anak karena kemiskinan rentang terhadap kekerasan dalam rumah tangga, perempuan dan anak rentang terhadap peredaran  dan penggunaan miras, narkoba, zat adaptis lainnya. perumpuan dan anak rentang terhadap limbah tambang, limbah sampah, karena merekalah pengguna pertama MCK alam. perempuan dan anak rentang terhadap pelanggaran hak sipilnya, karen mereka dianggqap manusia ke-dua dalam rumah tangga. 

Perempuan dalam rumah tangga dipapua  memilki beban kerja yang banyak dibanding dengan laki-laki, perempuan dengan akses pendidikan yang sulit  karna masih ada diskriminasi terhadap laki-laki dan perempuan.

"Saya kira kondisi seperti apapun perempuan dan anak dipropinsi papua pasti ibu dan bapak yang bekerja dilingkungan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan KB dimasing-masing kabupaten dan kota lebih memahami persoalan,” ujar Gubernur yang dibacakan Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si 

Ia berharap Forum Organisasi Pemerntah Daerah (OPD) dalam rakornis  pemberdayaan perumpuan, perlidungan anak dan KB ini harus mampu menemukan satu terobosan baru yang lebih tajam untuk menemukan strategi dan  pendekatan dalam menjawab dan menyelesaikan masalah yang dihadapi perempuan dan anak di tanah Papua. Selain konsep pembagunan papua secara keseluruhan yang tertuang dalam RPJMD papua 2013/2018 serta pendekatan berbasis kawasan adat menjadi tolak ukur secara keseluruhan bagi kita semua. 

"Saya harap forum ini peka terhadap kesenjangan yang ada antara kawasan adat artinyabahwa menu apa dan bagaimana dirimu agar kesenjangan pembagunan pemberdayaan perempuan perlindungan anak keluarga berencana atara kawasan mantah saireri dapat dikejar oleh animha mepago dan lapago membagi tanggung jawab antara Provinsi dan Kabupaten/Kota Provinsi kerja apa Kabupaten/Kota kerja apa sehingga tidak terjadi penggulangan yang main aggaran dan tidak fokus pada hasil yang diingin dicapai. 

Rakornis organisasi perangkat daerah pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana se­-Propinsi Papua ini dihadiri pejabat dari Kementrian Perempuan dan Perlindungan Anak, Pimpinan OPD se-Provinsi Papua dan seluruh jajarannya, tokoh adat dan para pejabat eselon II dan II di Lingkungan Pemda Raja Ampat.

By. Imha Alawohit

Editor: Petrus Rabu

'