Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati AFU Raih Award UHC Tahun 2018 

Waisai_Kominfo, Bertepatan dengan momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila 01 Juni Tahun 2018, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dianugerahi penghargaan/Award Universal Health Converage tahun 2018 karena mendukung program strategis nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

UHC JKN-KIS Award Tahun 2018 diserahkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta Pada Hari Rabu 23/05/2018 lalu   kepada 4 Gubernur seluruh Indonesia, salah satunya adalah Gubernur Papua Barat, DRS Dominggus Madacan  dan 92 Kabupaten/kota seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Raja Ampat.

“Komitmen dan keseriusan Pemerintah Propinsi Papua Barat dan seluruh Pemrintah Kabupaten/Kota di Propinsi Papua Barat untuk memberi jaminan kesehatan kepada seluruh penduduk nya melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah diapresesai dan oleh Presiden RI, Joko Widodo,” ujar Pimpinan BPJS Kesehatan Waisai sebelum menyerahkan piagam dan piala penghargaan itu kepada Bupati AFU, Senin 04 Juni 2018 di Halaman Kantor Bupati Raja Ampat. 

“UHC JKN-KIS award 2018 dianugerahkan kepada 4 Gubernur seluiuh Indonesia, salah satunya adalah Gubernur Papua Barat, DRS Dominggus Madacan  dan 92 Kabupaten/kota seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Raja Ampat . Penganugerahan ini di selengarakan di Istana Merdeka Jakarta Pada Hari Rabu 23/05/2018,” lanjutnya Pimpinan BPJS Kesehatan Raja Ampat dihadapan peserta apel yang menghadiri peringatan Hari Lari Pancasila pagi itu.   

Bupati AFU memberi apresiasi atas penghargaan itu. AFU menjelaskan penghargaan itu adalah penghargaan bagi seluruh masyarakat Raja Ampat yang mendukung pemerintah dalam mensukseskan Program Strategis Nasional Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

Sementara itu berkaitan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati AFU yang membacakan pidato presiden Joko Widodo dalam mengatakan Pancasila sudah menjadi bintang  pemandu bangsa Indonesia, selama 73 Tahun Pancasila sudah bertahan dan tumbuh ditenggah keruh ombak Ideologi-Ideologi lain yang berusaha mengesernya. 

“Selama 73 Tahun juga Pancasila sudah menjadi rumah kita ber-Bhinneka tunggal Ika. Insya Allah sampai akhir zaman, Pancasial akan terus mengalir didenyut nadi seluruh rakyat Indonesia. Sungguh Pancasila adalah berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita, melalui perenungan, pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding father Indonesia. Pancasila pertama kali di uraikan oleh Bung Karno 1945, kemudian dituangkan dalam piagam Jakarta pada tanggal 22/06/1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18/08/1945,” ujar Presiden Joko Widodo yang di bacakan Bupati Raja Ampat. 

Lebih lanjut Jokowi dalam pidatonya mengatakan sebagai bangsa yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhineka Tunggal Ika. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin,” kata Jokowi. 

“Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mempu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehiduan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif. Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak beloh menghamburkan-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan. Kita harus melakukan lompatan besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan tangguh,” tambahnya. 

Ia berharap Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirayakan setiap tanggal 01 Juni harus dimanfaatkan sebagai momen penggingat, momen pemacu dan momen aktualitasi nilai-nilai Pancasila. 

“Marilah kita harus amalakan warisan mulia para founding fathers ini untuk kemajuan bangsa, dan sekaligus juga menjadi sumbangsi Indonesia kepada masyarakat dunia,” harap Jokowi dalam pidatonya yang dibacakan Bupati Raja Ampat.

By. Imha Alawohit

Editor: Petrus Rabu

'