Bupati AFU Pimpin Upacara HUT ke-15 Kabupaten Raja Ampat

 

 

Waisai, Kominfo Raja Ampat- Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati ,SE atau biasa disapa Bupati AFU memimpin Upacara Peringatan 15 Tahun Kabupaten Raja Ampat yangberlangsunvg di pantai WTC (Waisai Torang Cinta) Rabu, 09 Mei 2018.

Peringatan HUT ke-15 Kabupaten Raja Ampat dihadiri masyarakat Raja Ampat, juga Forkompimda Raja Ampat, pejabat eselon II, III dan IV,  Pimpinan Dunia Usaha, Pimpinan Partai Politik,  Pimpinan Organisasi Wanita, Para ASN di Lingkungan Pemda Raja Ampat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda  serta berbagai undangan lainnya.

Bupati AFU dalam sambutannya menjelaskan Kabupaten Raja Ampat yang lahir diperingati setiap tanggal 09 Mei merupakan  kabupaten yang diberkahi dengan sumber daya alamnya yang khususnya di bidang Kelautan dan Pariwisata. Karena itu momentum peringatan hari jadi Kabupaten Raja Ampat tidak saja sebagai momentum untuk merefkesikan hasil pembangunan tetapi lebih dari sebagai momentum untuk mensyukuri anugerah Tuhan yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Raja Ampat.

“Dalam ucapan syukur ini hingga memasuki usianya yang ke-15 perjalanan Kabupaten Raja Ampat namun disisi lain kita juga perlu melihat sejauh mana peran dan kontribusi yang telah kami berikan pada Kabupaten ini,” ujar AFU dalam sambutannya.

"Ada satu ungkapan yang kiranya perlu kita renungkan bersama lagi dan jangan tanyakan apa yang Kabupaten ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kami berikan untuk kemajuan daerah ini," ujar AFU yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh peserta upacara.

Selain itu AFU juga menegaskan perintatan Hari Jadi ke- 15 Tahun 2018 ini juga dimaknai sebagai momentum membangkitkan kesadaran diri bagi semua masyarakat dan stakeholder tentang peran yang nyata daam memajukan Kabaputen Raja Ampat.

Tema yang di usung panitia dalam peringatran HUT Kabupaten Raja Ampat yang ke-15 tahun 2018 adalah “Kerja Bersama Membangun Raja Ampat”.

“Kerja bersama menjadi kata kunci untuk mewujudkan perubahan, kita boleh bermimpi tetapi yang lebih penting adalah berkarya atau kerja nyata,” ujar AFU.

AFU juga mengatakan tema ini juga menjelaskan bahwa Raja Ampat bukan milik Pemda Daerah, Bupati atau DPRD saja, melainkan milik semua Element Masyarakat.  “Siapa yang datang dan tinggal diatas tanah ini adalah bagian Intergral dari masyarakat Raja Ampat. Karena itu semua pihak harus memiliki komitmen dan tanggung jawab dan karya nyata untuk kemajuan kabupaten ini,” tandas AFU.

Pada akhirnya AFU menegaskan bahwa pemerintah daerah pada saat ini tulus berupaya mewujudkan perubahan diatas tanah ini perbedaan tanpa ruang tanpa ada diskriminasi.

Laporan : Imha Alawohit

Editor: Petrus Rabu

'