Bupati Raja Ampat Tutup Musrembang RKPD Tahun Anggaran 2019

 

Waisai. Kominfo Raja Ampat_Musyarawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Kerja Pemerintah Daerah Raja Ampat tahun 2019 yang digelar selama dua (Kamis, 19 April -Jumat 20 April 2019) ditutup dengan resmi Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE.

Penutupan yang dilaksanakan di Aula Bappeda Raja Ampat ditandai pemukulan tifa oleh Bupati Raja Ampat dan disaksikan para tamu undangan. Adapun yang hadiri pada kegiatan tersebut adalah anggota DPRD Raja Ampat, Tokoh Masyarakat, Pimpinan OPD serta para ASN di Lingkungan Pemda Raja Ampat. 

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE dalam sambutannya mengatakan Musrembang pada hakekatnya adalah wadah atau media untuk kita duduk menyatukan pikiran dan pendapat dalam menyusun berbagai rencana-rencana strategis maupun prioritas bagi pembangunan Raja Ampat. 

Karena itu ia meminta agar hasil musrembang selama dua hari ini harus tersusun dengan baik sehingga menjadi acuan/panduan dalam menyusun dasar-dasar kebijakan pembangunan Raja Ampat untuk tahun 2019. 

"Diharapkan dengan dilaksakanakanya Musrenbang ini berbagai program-program prioritas ataupun strategis itu disusun dengan baik dan menjadi acuan dan juga menjadi landasan kepada kebijakan kebijakan baik ada tingkatan tingkatan kabupaten, propinsi maupun Nasional,” ujarnya. 

AFU begitu Bupati Abdul Faris Umlati disapa menjelaskan beberapa isu-isu strategis yang harus dibahas dan diperhatikan dalam pembangunan Raja Ampat antara lain, Pertama, bahwa kita harus melihat sejauh mana tingkat kemiskinan yang ada di Raja Ampat. Dari tahun ke tahun apakah sudah sangat memprihatinkan atau mengalami perubahan. Sehingga itu mnjadi satu landasan berpikir atau rencana yang kita susun di dalam berbagai usulan -usulan kita buat pimpinan OPD kepada besar ini atau musrenbang.

“Saya berharap bahwa tahun 2018 ini mungkin bisa lebih dalam menyusun Musrenbang ini maupun berbagai masukan maupun rencana stategis dimasukan oleh bapak ibu semua sebagai pimpinan OPD,” harap AFu.  

Hal kedua yang diperhatikan oleh semua pihak kata Bupati AFU adalah, soal tingkat pengangguran.  “Ini juga menjadi satu landasan berpijak kita untuk memasuk program sejauh mana tingkat pengangguran kita turunkan , kadang juga dan saya yakin bahwa ada juga yang belum mengatahui presentasi pengangguran ataupun kemiskinan yang ada dikabupaten Raja Ampat ini,” ujarnya.

“Jadi kalau dengan adanya indikator-indikator makro maupun mikro yang di lakukan menjadi semua evaluasi kita dari tahun ke tahun kita akan mengetahui sejauh mana apa yang kita buat dan sejauh mana apa yang kita hasilkan,” tambahnya. 

Ia menegaskan pencapian dan perubahan dalam pembangunan daerah harus dikerjakan dan dilakukan bersama. “Ini harus di perbaharui oleh kita semua,” tegasnya. 

Hal ketiga yang harus diperhatikan jugga kata AFU adalah soal pendapatan perkapita. Apakah pendapatan perkapita kita mengalami perubahan atau tidak. 

“Jadi kita harus punya satu rencana.  Rencana yang sudah di susun dengan rapih, baik itu jangka pendek, menengah maupun jangka panjang,” kata AFU. 

" Pertama Saya ucapkan apresiaai kepada BAPEDA dan pimpinan SKPD yang suda duduk bersama merenungkan, mendiskusi, didalam menyelesaikan kegiatan musrenbang ini selama 2 hari, Secara pribadi sebenarnya kalau menyusun suatau rencana besar dalam hal ini sedkit agak lebar. Kita susun strategi yang paling makro dalam hal ini makro saja terutama dalam sisi pendidikan itu saja perlu sebuah waktu yang sangat panjang untuk bahas dan juga ada perlu pakar dalam memdesain secara terigrasi pendidikan itu sendiri perlu waktu yang panjang. 

"Jadi saya yakin bahwa penyelenggaraan ini 2 hari tetapi itu juga suda mulai dari BAPEDA dari bulan januari muda mudahan susunan ataupun masukan distribusi pikiran dan rencana strategis yang di pegang oleh bapak ibu sebagai pimpinan OPD apa yang dapat bisa dilaksanakan dengan tercapai. 

"Tetapi saya ingatkan Ketua BAPEDA bahwa hal ini kita jangan berhenti sampai dikabupaten ini namun kita juga ikuti sampai dengan Musrenbangnas. Juga saya sampaikan kepada pimpinan OPD bahwa BAPEDA terutama terkait dengan publikasih kita terhadap Bapernas itu kita butyh suatu regulasi bisa mempayungi kita dengan berbagai kebutuhan maupun kendala kendala yang kita punya yang terdapat dalam pembangunan kebijakan dikabupaten Raja Ampat.

Laporan: Imha Alwohot

Editor: Petrus Rabu 

'