Tim Terpadu Satgas Pangan Raja Ampat Musnakan 4.973 Jenis Makanan dan Minuman Kadaluarsa

Waisai_KominfoRajaAmpat. Tim terpadu Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Raja Ampat bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan memusnakan makanan dan minuman kadaluarsa yang berhasil disita di Wilayah Waisai dan sekitarnya. Kurang lebih 4.973 jenis/item makanan dan minuman yang dihimpun Tim Satgas Pangan Raja Ampat dan dimusnakankan, Rabu, 11 April 2018. 

Pemusnahan makanan dan minuman kadaluarsa yang berlangsung dipelataran Kantor Bupati Raja Ampat tersebut pimpinan langsung Bupati Raja Ampat yang diwakili Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si dan dihadiri Kepala Dinas Perindag, Djalali S.Sos.MM, Tim Satgas Pangan Raja Ampat, Pimpinan OPD di Lingkungan Pemda Raja Ampat serta disaksikan pada ASN dan tokoh masyarakat di Raja Ampat. 

Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si menyampaikan Tim Terpadu Satgas Pangan Kabupaten Raja Ampat yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap peredaran makanan dan minuman di Raja Ampat.  

"Atas nama pemerintah dan juga masyarakat kami menyampaikan terimah kasih sebesar besarnya kepada Tim Satgas Pangan Kabupaten Raja Ampat yang telah melaksanakan pengawasan barang di Waisai ini sehingga hari ini kita lakukan pemusnahan barang yang ternyata suda kadarluarsa," ujar Yusuf Salim. 

"Dari sekian bnyak ini masih ada beberapa item  yang harus diproses diantarnya minuman keras atau miras. Kita sedang di tes dari sisi aturan supaya jangan sampai langkah langkah yang ambil tidak berdampak hukum.  Maka untuk itu kita sedang mencoba untuk melakukan ini dan apa yang kita lakukan ini tidak semata mata karna tugas dan tanggung jawab. Tetapi juga kita ingin melindungi masyarakat yang mungkin agak jauh dari kota terhadap hal hal yang tidak ingin kan bersama,” tambahnya. 

Menurut Yusuf Salim, tugas pengendalian dan pengawasan peredaran makanan dan minuman di Raja Ampat ini semata-mata bertujuan untuk menjaga kesehatan dan melindungi masyarakat. 

Ia juga meminta kepada para ASN dan masyarakat untuk terus memberikan informasi yang cukup agar tidak membelanjakan makanan dan minuman yang sudah kedaluarsa. Ia meminta agar masyarakat dengan cermat dan teliti dalam membelanjakan bahan makanan dan minuman. 

“Apa yang kita lakukan hari ini kita bisa ambil hikmah bahwa kita setelah kembali dari sini terutama kepada aparatur sipil negara agar pulang memberi informasi kepada keluarga, tetangga dan kepada lingkungan kita semua bahkan disaat kita berbelanja kita juga harus secara jeli memperhatikan ada kode atau tanggal yang berkaitan dengan kadarluarsa,” harap Yusuf Salim.

Lapoaran: Imha Alwohit

Editor: Petrus Rabu

'