Waisai- Dinas Kominfo: Tahun ini Dinas Perpustakaan ,Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Raja Ampat melaksanakan Lomba Cerita Rakyat bagi siswa/siswi SD/MI Tingkat Distrik Se-Kabupaten Raja Ampat. Dibawah sorotan thema: "Membaca adalah jendela dunia” dan Sub Thema: “Melalui Lomba Cerita Rakyat bagi siswa/siswi sekolah dasar/Madrasah Ibtidayah Kita Wujudkan Masyarakat yang Cerdas Menuju Gempar Emas," lomba cerita rakyat ini dibuka dengan resmi Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE yang diwakili Pelaksana Tugas Setda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si di Gedung Wanita Salome Syeben, Kamis,15/02/2018.

Plt.Kepala Dinas Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Raja Ampat, Hasan Tamima menjelaskan cerita rakyat ini dalah petunjuk dari provinsi, yang isi ceritanya harus digali dari kabupaten itu sendiri. "Cerita Rakyat ini diharapkan akan berjalan terus sehingga siswa siswi tidak terprovokasi dengan keadaan – keadaan negatif diluar, meningkatkan minat baca siswa dan menggali potensi siswa/siswi Sekolah Dasar di Kabupaten Raja Ampat," kata Hasan Tamima. Ini merupakan permintaan/usulan dari para guru dan kepala distrik dalam pertemuan sebelumnya. Rencana lomba cerita rakyat tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada tanggal 20 maret 2018, dan kemudian akan dilanjutkan ke tingkat provinsi dan nasional.

Bupati Raja Ampat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekda Raja Ampat, Dr. Yusuf Salim, M.Si mengatakan bahwa “Raja Ampat merupakan daerah yang dibangun diatas pilar multi kulturalisme berbagai suku,ras,etnis,bahasa dan tari-tarian serta cerita berupa dongeng dan cerita rakyat ditengah masyarakat kita. Cerita rakyat sebagai sebuah narasi kebijaksanaan telah ada sejak ribuan tahun silam dan hampir setiap kampung dan kelompok masyarakat mempunyai cerita rakyat yang selalu menuturkan tentang sejarah perjuangan,cinta dan kehidupan. "Pesan yang terkandung didalamnyapun beragam dan bermakna untuk kehidupan kita. Cerita rakyat yang hidup di masyarakat kita semuanya mengandung unsur moral yang sangat luhur dan patut kita lestarikan Bersama”

Dan berharap, lomba cerita rakyat ini menambah kegemaran para peserta untuk membaca dan menyampaikan kembali sebuah cerita sehingga mereka terpancing emosinya untuk menyimak alur sebuah cerita dan dapat memahami pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Lomba cerita rakyat ini harus menjadi agenda rutin untuk melatih siswa berpikir,berimajinasi serta menanamkan daya ingat yang kuat,selain itu bisa mendidik kita dalam tingkah dan tutur kata. "Saya berharap agar seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini baik dinas perpustakaan, khususnya panitia dan lebih khusus lagi kepada para dewan juri peserta lomba bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali potensi – potensi siswa agar bisa bersaing secara sehat dan sportif jangan sekedar mengejar hadiahnya” harap Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE sebagaimana yang dikutip dari sambutan tertulis dibacakan oleh pelaksana Tugas Sekretariat Daerah Kabupaten Raja Ampat Dr.Yusuf Salim,M.Si. (By:Angelin Warmasen/MCR4)

'