Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE mendukung dan mengapreasiasi kepada masyarakat adat yang terus berupaya menjaga dan melestarikan alam Raja Ampat melalui  upaya-upaya konservasi untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam Raja Ampat baik darat mau perairan. 

“Selaku kepala daerah dan atas nama pemerintah saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya-upaya masyarakat Adat di Raja Ampat dalam mendeklarasi kawasan perairan Raja Ampat sebagai kawasan konservasi,” ujar Abdul Faris Umlati, SE ketika menghadiri Deklarasi Kawasan Kepulauan Fam yang dilaksanakan Masyarakat Adat Kampung Pam, Kampung Saupapir dan Kampung Saukabu di Pulau Meoskor belum lama ini.

Menurut Faris, sapaan Abdul Faris Umlati, SE keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga keberlangsung sumber daya alam Raja Ampat sangat penting mengingat masyarakat adat atau masyarakat setempat adalah masyarakat secara langsung memantau dan mengawasi pemanfaatan sumber daya alam perairan Raja Ampat. Selain itu, kata Faris upaya-upaya deklarasi kawasan konservasi yang dilakukan masyarakat selama ini sangat bermanfaat dan mendukung pengembangan pariwisata dan perikanan sebagai sektor unggulan dalam pembangunan Raja Ampat.

“Sektor pariwisata dan perikanan merupakan dua sektor unggulan yang kita miliki. Dan kita saat ini sebagai tujuan wisata dunia. Kita berharap kita sama menjaga alam ini sehingga kegiatan investasi dibidang pariwisata dan perikanan tidak saja bermanfaat untuk kita saat ini tetapi demi kepentingan jangka panjang,” tambah Faris sesaat sebelum pencanangan papan kawasan Konservasi Kepulauan Fam-Distrik Waigeo Barat Kepuluan Kabupaten Raja Ampat.

Sekedar diketahui, Masyarakat adat Kepulauan Fam-Distrik Waigeo Barat Kepulauan Kabupaten Raja Ampat mendeklarasikan wilayahnya sebagai kawasan konservasi laut atau kawasan perlindungan dari berbagai tindakan dan penangkapan ikan secara liar/ileggal. Deklarasi adat yang berlangsung di Pulau Meoskor, Kamis 16 Februari 2017   melibatkan  Masyarakat adat Kampung Fam, Masyarakat Adat Kampung Saupapir dan Masyarakat Adat Kampung Saukabu-Distrik Waigeo Barat Kepulauan Raja Ampat.

Masyarakat Adat Ketiga Kampung tersebut menyepakati Kawasan tersebut sebagai Kawasan Konservasi yang akan dikelola masyarakat dengan dua zona yakni zona pemanfaatan tanpa penangkapan ikan yaitu sekitar gugusan kepulauan Painemo dan Pulau Bambu.

Sedangkan area lain tetap dimanfaatkan sebagai wilayah penangkapan ikan tanpa menggunakan peralatan yang merusak dan dikelola secara tradisional.  Kawasan Konservasi Adat masyarakat yang membentang dari Pulau Painemu hingga ke Pulau Bambu dengan luas mencapai 36.000 Ha.

Deklarasi adat yang diawali prosesi ibadah yang pimpinan salah tokoh jemaat sekaligus peringatan Pekabaran Injil di Tanah Papua Tersebut disaksikan Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati,SE, Direktur Eksekutif CI Indonesia, Ketut Sarjana Putra, Pimpinan CI Sorong, Albert Nebore, Anggota DPRD Raja Ampat, Charles Imbir, ST serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat adat. (MCKominfo Raja Ampat/Petrus R)

'